Atap Rumah (6 Bentuk Model & Jenis Materialnya)

Sunday, September 1st, 2019 - Eksterior
Desain Atap Rumah Miring

Saat hendak membangun sebuah rumah, desain atap rumah seharusnya mendapatkan perhatian khusus.

Hal ini dikarenakan bentuk atap rumah menjadi bagian bangunan yang memiliki peran sangat penting untuk menutup serta melindungi keseluruhan bangunan rumah.

Atap akan melindungi rumah dari hujan ataupun panas matahari. Atap juga akan sangat menentukan kenyamanan suasana di dalam rumah tersebut.

Selain fungsinya sebagai pelindung, atap juga merupakan mahkota rumah. Bagian bangunan ini akan terlihat pertama kali ketika seseorang memperhatikan rumah tersebut.

Itulah sebabnya model atap rumah juga harus sangat diperhitungkan. Dengan demikian maka atap rumah akan mampu menunjang keindahan penampilan seluruh bangunan.

Untuk tujuan-tujuan tersebut, maka sebelum membangun rumah, berbagai bentuk model atap rumah serta jenis material penutup atau genteng atap harus diketahui dulu.

Perkembangan kebudayaan serta teknologi menjadi faktor yang menentukan lahirnya berbagai model atap rumah.

Kondisi cuaca seperti kekuatan angin di suatu daerah juga menjadi hal yang sangat diperhitungkan ketika sebuah model atap akan dipilih.

Selain itu, jenis atap rumah juga harus disesuaikan dengan tema dari desain rumah itu sendiri. Adapun beberapa bentuk model tersebut adalah.

 

6 Model Atap Rumah

1. Model Atap Rumah Datar

Atap Rumah Flat

Atap datar merupakan model atap yang bisa dibilang paling sederhana.

Bentuk datar banyak digunakan sebagai model atap teras rumah, atap untuk rumah bertingkat ataupun untuk pembuatan balkon. Kemiringan pada model ini adalah 0 hingga 4 derajat.

Dalam pembuatannya, sirkulasi udara harus sangat diperhatikan agar ruangan di bawahnya tidak terlalu panas.

2. Model Atap Rumah Sandar

Atap Rumah Datar

Model yang kedua adalah atap sandar atau disebut juga dengan atap sengkuap.

Model atap ini awalnya digunakan untuk bangunan tambahan yang ada disuatu bangunan. Misalnya saja untuk emperan ataupun selasar.

Namun, banyak arsitek yang menggunakannya sebagai model atap rumah bergaya modern. Model digabungkan dengan model pelana untuk menghasilkan atap bergaya minimalis.

3. Model Atap Rumah Pelana

Atap Rumah Modern

Sebagian besar rumah yang ada di masyarakat Indonesia menggunakan atap dengan model pelana. Model ini memiliki bentuk atap rumah yang sederhana, sangat aman dan mudah dalam pemeliharaannya.

Atap dengan model pelana terdiri dari 2 bidang miring, dimana ujung-ujung atasnya bertemu disuatu garis yang disebut dengan bubungan. Kemiringan atap ini memiliki sudut 30 hingga 45 derajat.

Atap pelana banyak dipakai sebagai model atap rumah sederhana.

4. Model Atap Rumah Tenda

Jenis Atap Rumah Terbaru

Jenis atap lainnya adalah model tenda. Model ini tidak bisa digunakan pada sembarang bangunan, melainkan yang memiliki lebar sama dengan panjangnya.

Hal ini dikarenakan kemiringan dari bidang atap tersebut haruslah sama. Bentuk atap tersebut terdiri atas 4 bidang atap.

Keempat bidang tersebut bertemu menjadi satu pada titik puncak berupa bubungan miring atau disebut juga jurai.

5. Model Atap Rumah Limas

Model Atap Rumah Limas

Atap limas atau disebut juga perisai merupakan penyempurnaan atap rumah pelana.

Pada model ini terdapat 4 bidang atap, dimana 2 diantaranya bertemu di sebuah garis dari bubungan jurai. Sedangkan 2 lainnya bertemu di garis dari bubungan atas maupun nook.

Dari kejauhan bentuk atap rumah ini akan terlihat memiliki 2 bidang yang berbentuk trapesium serta 2 bidang lainnya berbentuk segitiga.

6. Model Atap Rumah Kombinasi (Limas dan Pelana)

Model Atap Rumah Limas Pelana

Dengan berkembangnya arsitektur bangunan, maka atap rumah yang memiliki bentuk pelana bisa dikombinasikan dengan model limas.

Kombinasi kedua atap tersebut juga dikenal dengan istilah model tenda patah. Berbagai bangunan besar ataupun rumah tinggal banyak yang mengaplikasikan bentuk atap rumah ini.

Secara artistik, jenis atap rumah ini memang terlihat lebih dinamis dan bisa diaplikasikan pada berbagai ukuran maupun bentuk bangunan.

Selain keenam model di atas, ada juga beberapa bentuk atap rumah lainnya. Misalnya atap mansard, atap menara, atap piramida, atap Minangkabau, atap Joglo, atap gergaji serta atap kubah.

Tetapi model-model atap tersebut memang digunakan untuk bangunan-bangunan khusus, misalnya rumah tradisional, rumah ibadah ataupun pabrik.

Beberapa arsitek kreatif bisa memanfaatkan model-model tersebut untuk menghasilkan bentuk atap rumah yang unik & artistik. Lihat juga Fungsi, Letak, Desain Balkon Yang Baik.

Material penutup atap atau yang secara umum disebut genteng merupakan bagian atap yang akan sangat mempengaruhi penampilan serta fungsi dari atap itu sendiri.

Saat ini terdapat berbagai jenis material yang bisa dipilih.

Tetapi tentu saja, saat memilih jenis material untuk penutup atap rumah kita harus mempertimbangkan bentuk model dari atap, penampilan, serta kepraktisannya.

Desain Atap Rumah

Jenis Material Penutup Atap Rumah (Genteng)

1. Genteng dari tanah liat

Atap genteng yang terbuat dari tanah liat, menjadi jenis material yang paling banyak digunakan. Atap rumah ini memiliki harga yang relatif terjangkau, dengan kekuatan yang cukup baik.

Bahan tanah liat yang digunakan akan mengalami proses pencetakan lalu pembakaran. Setelah beberapa tahun, atap ini bisa mengalami perubahan warna hingga ditumbuhi lumut.

2. Genteng keramik

Genteng keramik merupakan jenis material yang bahan dasarnya tanah liat. Tetapi genteng ini mengalami rangkaian proses finishing, dimana bagian permukaannya diglasur.

Proses finishing tersebut membuat atap rumah memiliki beragam warna, serta tahan terhadap lumut. Kekuatan atap ini juga sangat baik, karena mampu bertahan selama 20 hingga 50 tahun.

3. Genteng beton

Walaupun memiliki bentuk serta ukuran yang mirip dengan genteng dari tanah liat, tetapi genteng beton terbuat dari bahan yang berbeda.

Genteng ini dibuat dengan campuran pasir kasar serta semen PC. Di bagian luar genteng, terdapat lapisan tipis yang ditambahkan untuk membuatnya kedap air dengan warna yang menarik.

Model atap rumah mewah banyak yang menggunakan genteng beton sebagai material penutupnya.

4. Genteng metal

Bahan lain yang kini digunakan sebagai material penutup bagian atap rumah adalah genteng metal. Atap ini memiliki bentuk lembaran, seperti seng.

Untuk memasangnya, dilakukan penanaman di balok gording dari rangka atap. Penanam tersebut dilakukan menggunakan sekrup.

Genteng metal memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan genteng dari tanah liat, yaitu 60 hingga 120 cm. Ketebalan genteng ini adalah 0,3 mm.

5. Dak beton

Untuk membuat atap datar, biasanya digunakan material dak beton. Atap yang terbuat dari besi dan beton ini memiliki konstruksi yang sangat kuat.

Rumah-rumah yang memiliki gaya modern minimalis maupun kontemporer banyak yang menggunakan dak beton, terutama untuk bagian terasnya.

Selain sebagai penutup rumah, atap ini juga bisa digunakan untuk balkon maupun menjemur pakaian.

Pemilihan jenis material penutup atap maupun bentuk model atap rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Hal ini dikarenakan biaya yang untuk membuatnya tidak sedikit.

Selain itu, atap rumah juga diharapkan bisa bertahan dan berfungsi dengan baik hingga beberapa puluh tahun kedepan.

Sehingga dengan pemilihan model dan material yang tepat, maka kita akan merasa tenang tinggal di dalam rumah yang telah dibangun.